Pilih Laman

Tips Rumah – Rumah Nyaman Untuk Ibunda

 

Suli Enie adalah penghuni rumah berfasad unik yang terletak di sudut Cinere Megapolitan, Depok, ini. Ia mengungkapkan keinginan itu pada anak sulungnya—Eko Sulistiono, yang akrab dipanggil Yoni—ketika mereka akan membongkar total rumah lama milik keluarga Soepeno ini. Rumah lamanya memang menyimpan banyak memori. Empat anaknya dibesarkan di sana custom set furniture kamar tidur. Salah satunya adalah Yoni, yang kini telah berprofesi sebagai seorang arsitek. Suli Enie menjelaskan bahwa dulu ia membeli rumah itu dengan harga yang cukup murah. Harga yang tak mungkin ia dapatkan lagi di daerah Cinere selama satu dekade terakhir ini.

Bahkan, tanah yang ia miliki pun cukup besar, kira-kira luasnya 300m2. Akhirnya, mengingat rumah tersebut sudah bertahan sejak tahun 1980-an, seisi keluarga pun memutuskan untuk merenovasi bangunan hunian ini. Bahkan, agar desainnya lebih bebas, Yoni menyarankan untuk membongkar total bangunan lama ini. Desain rumah baru bagi Suli Enie ini dirancang sendiri oleh Yoni. Oleh karena itu, Yoni ingin agar proses pembangunan ini berlangsung sempurna dan mendetail. Proses renovasi ini memang berlangsung cukup lama, memakan waktu kira-kira 13 bulan.

Namun, bagi Suli Enie, hal itu tak menjadi masalah. Rumah ini terdiri atas satu rumah utama, satu bangunan paviliun—yang akan dihuni anak bungsunya, Adi—serta jalur penghubung dengan rumah sebelahnya yang akan dihuni oleh anak keduanya. Oleh karena itu, pasti Suli Enie tak akan merasa sepi, karena diapit oleh keluarganya tercinta. Sirkulasi Lancar, Udara Segar Kami merasakan satu hal unik kala kami menapaki rumah seluas 150m2 ini. Angin segar seakan berhembus ke segala penjuru ruang. Padahal di ruang semi publik ini—ruang makan, ruang keluarga dan area piano— hanya ada satu kipas angin yang terpasang di dinding atas ruang keluarga. Berbeda jauh dengan udara di luar kompleks Cinere Megapolitan yang panas, sumpek, dan berdebu, rumah ini terasa sangat sejuk dan adem. Sesuai dengan tingkat kenyamanan yang dibutuhkan Suli Enie.

Tak heran. Plafon di ruang keluarga—ruangan yang paling sering disambangi Suli Enie, anakanaknya, beserta cucu-cucunya—ini memang sangat tinggi. Jarak lantai dengan plafon teratas saja kirakira lebih dari 4m. Selain itu, kami menemukan lubang sirkulasi yang berupa kisi-kisi di setiap sisi dinding teratas dari bangunan satu lantai ini. Lubang-lubang ini lah yang membuat lancarnya proses sirkulasi udara di dalam rumah. Sirkulasi udara yang baik ini tak hanya membuat suasana rumah lebih nyaman. Pergantian udara kotor dan udara bersih di dalam rumah pun bisa menjamin kesehatan seisi penghuninya, khususnya bagi Suli Enie yang sudah berusia senja. Alhasil, Suli Enie masih bisa menghirup udara segar, meskipun jarak huniannya dengan ibukota—yang cenderung penuh polusi—masih relatif dekat.